Sebuah Duka Besar
Disuatu pegunungan terpencil, terdapat sebuah desa kecil yang bernama Swendang Sari. Di desa itu, ada seorang anak yang bernama aisyah,gadis yatim piatu yang tinggal bersama kakak perempuannya yang bernama Riska. Riska walaupun umurnya masih muda dia sudah bisa menjadi tulang punggung keluarga mereka, ia berkerja keras dengan berjualan kue agar dapat penghasilan dan bisa membiayai adiknya yang masih sekolah, Riska sangat menyayangi adiknya aisyah dengan sepenuh hatinya, kakak nya akan melakukan apa saja demi dan untuk kebaikan adiknya sendiri. Aisyah juga adalah anak yang pintar,rajin,berbakti,dan sangat memahami kondisi terutama untuk kehidupan mereka. Dan dibalik senyum mereka, mereka memendam rasa yang sangat sedih dan hancur akan karena kepergian mendiang orang tua mreka.
Setiap hari riska berjualan kue dengan melewati gunung dan hutan yang lebat, dengan berangkat dari jam 5 pagi dan pulang jam 9 malam ia juga selalu pasrah dengan keadan nya yang sekarang, untuk sampai ke kota saja dengan melewati hutan dan gunung, riska harus melewati rintangan, seperti melewati jalan yang kotor,basah dan harus menghindari hewan hewan buas yang ada di dalam hutan tersebut.Aisyah selalu menunggu kepulangan kaka nya dan harus menunggu makanan dari kakaknya dengan hatinya yang sangatlah penuh dengan kehawatiran dan kecemasan nya. Riska pun pulang, dan aisyah sangat senang dalam hal itu. tapi disisi lain juga ia harus melihata kaka nya yang kotor,basah dan tubuhnya penuh dengan luka luka goresan yang di alami oleh kakak nya setiap hari, namun riska selalu menutupi rasa sakit dan kesedihan nya dngan selalu tersenyum kepada adiknya, seolah olah tidak terjadi sesuatu pada dirinya sendiri, namun juga aisyah tidak menyadari ghal tersebut karena umurnya juga yang amsih kecil.
Suatu hari desa mereka di datangi hujan yang sangat lebat yang mengguyuri desa swendang sari selama berhari hari, sungai di dekat desa juga mulai meluap dan jalan jalan yang menuju ke kota, yang biasanya dilalui oleh riska hilang jejak. Aisyah cemas, dan ia tidak mendengar kabar dari kakak nya selama 2 hari ini, ia sedih dan penu kecemasan. Dan setelah berhari hari sungai mulai surut dan aisyah memberanikan dirinya untuk menelusuri jana yang kakak nya lewati selama ia ingin ke kota dengan hati yang bergetar, sesambil ia meneriaki kakak nya 'kakak kau dimana' secara berulang ulang dan sesampai nya ia, aisyah menemukan sebuah kapak yang patah dan beberapa jejak kaki yang bertimbun dengan lumpur, jejak kaki tersebut mengarah ke sebuah jurang yang sangat dalam.Aisyah menjerit, airmata nya mengalir sederas mungkin, ia merasa dunia akan runtuh dan hancur ia melihat kakak nya dengan potongan potonagan tubuhnya yang berantakan dan penuh darah, dari situ aisyah langsung merangkak kejurang dan melihat kakak nya yang sudah hancur, aisyah : 'ENTAH APA INI TUHAN KENAPA KAKAK KU BISA JADI SEPERTI INI, AKU SUDAH HANCUR DAN SANGAT MERASA KEHILANAGN TUAHN.....' ia juga menemukan beberapa pisau dan parang parang yang lumayan bnayak dan ia juga melihat bekas bekas makanan yang di juali oleh kakak nya pada beberapa hari yang lalu' ia pun berbicara lagi 'Kalau tidak dengan kakak ku, harus bersama siapa lagi aku tuhan, aku hanya memepunyai kakak sajaa, dan ini cobaan apa lagi..' . Setelah beberapa hari dan jasad kakak nya yang ia temukan sudah terkubur oleh warga desa, desa swendang sari kini menjadi sepi dan sanagt sunyi setelah kepergian gadis cantik yang ramah hati itu. sekarang gadis kecil aisyah tinggal sendiri dan menetap kesedihan yang mendalam,hanya di temani kenangan oleh kakak nya yang telah meninggalkan nya untuk selama nya, hutan yang dulu ia kira menjadi sumber kebahagiaan kini berubah menjadi tempat yang mengerikan dan tempat traumanya sedalam dalam nya, dengan tempat itulah ia kehilanagn segala nya bahkan orang yang paling ia sayangi di dunia ini.
Swendang sari, desa kecil yang berada di pegunungan kini menjadi saksi bisu antara duka cinta aisyah yang sanagt tragedis dan tak terkira.

Komentar
Posting Komentar